Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 1 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 2 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 3 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 4 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 5 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.

Tampilkan postingan dengan label Free Ebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free Ebook. Tampilkan semua postingan

Aturan Penamaan Variabel dalam Program Arduino

>> Download ebook postingan ini <<

apa udah pada tau apa yang dimaksuh variabel disini?? yang dimaksud variabel disini adalah tempat untuk menyimpan data yang bisa diubah-ubah nilainya. Bayangkan sebuah variabel sebagai sebuah kotak kecil dimana Anda dapat menyimpan barang didalamnya supaya tetap terjaga.  Sebuah variabel disebut variabel karena Anda dapat mengubah isinya, seperti nama, nilai, perintah, dsb. Selain itu kita juga bisa melakukan perhitungan matematika pada variabel tersebut ketika membuat pemerograman.

Mudah-mudahan dengan penjelasan diatas anda bisa mengerti apa yang dimaksud variable, dan untuk menghemat waktu saya, mari kita langsung bahas aturan penamaan variable tersebut.

Aturan Penamaan Variabel :

  • Penamaan variabel boleh mMengunakan huruf A sampai Z, huruf besar atau kecil. 
  • Penamaan variabel tidak boleh mengunakan tanda baca dan simbol bilangan seperti, titik, koma, tanda kutip, pangkat, tambah, persen, dsb. kecuali garis bawah (_) diperbolehkan. 
  • Penamaan variabl boleh mengunakan angka tetapi angka tidak boleh diletakan diawal variable.

agar anda lebih mengerti, saya beri  beberapa contoh contoh dibawah ini,
penulisan variabel yang salah :
  • 2tEdi              (salah ada angka diawal variabel)
  • ?tedi               (salah ada tanda baca diawal variabel)
  • %teDi             (salah ada tanda bilangan diawal variabel)

penulisan variabel yang benar :
  • _tedi               (benar karena diperbolehkan)
  • tedi90nk         (benar karena diperbolehkan)
  • Te_Di             (benar karena diperbolehkan)
  • t3di                 (benar karena diperbolehkan)
mudah-mudahan dengan contoh diatas anda lebih mudah dimengerti,,
mungkin hanya itu postingan hari ini

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . ! ! !  

>> Download ebook postingan ini <<

Pengertian Sistem Pengendalian

Dalam sistem kelistrikan dikenal dua istilah yaitu sistem pengendalian dan sistem pengaturan. Sistem pengendalian yang akan dibahas yang menggunakan perangkat kontaktor dan alat kendali, seperti sakelar ON, sakelar OFF, timer, dan sebagainya. Dalam sistem pengendalian ada dua bagian yaitu yang disebut rangkaian kontrol (DC 24V) dan sistem daya (AC 230 V)
 Gambar 7.1. 
Ketika sakelar S1 di ON kan relai Q1 akan energized sehingga kontak 1-2 tertutup dan lampu menyala karena mendapat supply listrik AC 230 V. Jika sakelar S1 di-OFF-kan maka Q1 dan lampu akan OFF. Dalam sistem pengaturan dikenal pengaturan loop terbuka dan loop tertutup dengan feedback. Sistem pengaturan loop terbuka hasil keluaran tidak bisa dikendalikan sesuai dengan setting, karena dalam sistem loop terbuka tidak ada umpan balik. Sistem pengaturan loop tertutup, terdapat umpan balik yang menghubungkan masukan dengan hasil keluaran. Sehingga hasil akhir keluaran akan selalu dikoreksi sehingga hasilnya selalu mendekati dengan besaran yang diinginkan Gambar 7.2. 
Setrika listrik atau rice cooker adalah contoh sistem pengaturan loop tertutup temperatur dengan bimetal (Gambar 7.3). 

Kondisi awal bimetal pada kondisi masih dingin akan menutup sehingga kontak tertutup sehingga arus listrik mengalir ke elemen pemanas. Sampai temperatur setting dicapai, maka bimetal akan terputus dan arus listrik terputus pula. Bila temperatur kembali dingin bimetal terhubung kembali dan kembali pemanas akan bekerja lagi, kejadian berulang-ulang kondisi ON dan OFF secara otomatis.

PLC Memory

 

>> Download ebook postingan ini <<

Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan PLC Memori Area, oke langsung aja saya jelaskan. Memory Programmable Logic Controller (PLC) ini terdiri dari :

A. IR (Internal Relay)
Internal relay mempunyai pembagian fungsi seperti IR input, IR output, dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada program). IR input dan IR output adalah IR yang berhubungn dengan terminal input dan output pada PLC. Sedangkan lR work area tidak dihubungkan ke terminal PLC, akan tetapi berada dalam internal memory PLC dan fungsinya untuk pengolahan logika program kita (manipulasi program). Ada juga IR yang difungsikan untuk SYSMAC BUS Area, Special I/O Unit Area, Optical I/O Unit Area, dan Group 2 High Density I/O Unit Area.

  • SYSMAC BUS Area berfungsi untuk omunikasi data PLC antara CPU PLC dan //O Unit PLC hanya dengan menggunakan 2 kabel saja (RS 485), maksimum 200m.
  • Special I/O Unit Area merupakan IR yang digunakan oleh Special I/O Unit PLC (contoh: Analog input, Analog output dll) untuk mengatur, menyimpan dan mengolah datanya.
  • Optical I/O Unit Area adalah IR yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data dari Optical I/0 Unit PLC.
  • Group 2 High Density I/O Unit Area adalah IR untuk menyimpan dan mengolah data dari High density I/O unit group 2.
B. SR (Special Relay)
Special Relay adalah relay yang mempunyai fungsi-fungsi khusus seperti untuk flags. (misalnya pada instruksi penjumlahan terdapat keleblhan digit pada hasilnya [carry flag]), kontrol bit PLC, informasi kondisi PLC, dan system clock (pulsa I detik, 0,2 detik, dll.)

C. AR (Auxilary Relay)
Terdiri dari flags dan bit untuk tujuan-tujuan khusus. Dapatmenunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan, kondisi Special I/O, kondisi input/output unit, kondisi CPU PLC, kondisi memori PLC, dll.

D. HR (Holding Relay)
Dapat difungsikan untuk menyimpan data (bit-bit panting) karena tidak akan hilang walaupun sumber tegangan PLC mati.

E. LR (Link Relay)
Digunakan untuk data link pada PLC Link System. Artinya untuk tukar menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam suatu sistem kontrol yang sating berhubungan satu dengan yang lain dan menggunakan banyak PLC (minimum 2 PLC). 

F. TR (Temporary Relay)
Berfungsi untuk menyimpan sementara kondisi logika pada program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus.

G. TC (Timer / Counter)
Untuk mendefinisikan suatu sistem waktu tunda /time delay [TIMER] ataupun untuk penghitung [COUNTER]. Untuk Timer mempunyai orde 100 ms, ada yang mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH (15). Untuk TIM 000 s/d TIM 015 dapat dioperasikan secara interupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi.

H. DM (Data Memory)
Data memory berfungsi untuk penyimpanan data-data pogrim karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati.

Macam-macam DM adalah sebagai berikut : 
 DM Read/Write :
Pada DM ini bisa dihapus dan ditulis oleh program yang kita buat. Jadi sangat berguna unutk manipulasi data program.
 DM Special I/O unit :
DM ini berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari Special I/O Unit, mengatur dan mendefinisikan sistem kerja Special I/O Unit.
 DM History Log :
Pada DM disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC terjadi kegagalan sistem operasionainya. Pesan-pesan kesalahan sistem PLC yang disimpan adalah berupa kode-kode angka tertentu.
 DM Link Test Area :
Berfungsi untuk menyimpan informasi-informasi yang menunjukkan status dari Sistem Link PLC.
 DM Setup :
Berfungsi untuk Setup kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif). Pada DM inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk per Lama kalinya sebelum PLC tersebut diprogram dan dioperasikan pada suatu sistem kontrol. Tentu saja setup PLC tersebut disesuaikan
dengan sistem kontrol yang bersangkutan.

I. UM (Upper Memory
Memori ini berfungsi untuk menyimpan dan menjalankan program kita (user program). Kapasitasnya tergantung pada masing-masing tipe PLC yang dipakai. Semua memori (selain DM dan UM) di atas dapat anda bayangkan seperti relay yang mempunyai coil, contact NO dan contact NC. Timer/Counter juga dapat dibayangkan seperti Timer/Counter pada umumnya. Timer/Counter pada PLC juga mempunyai NO dan NC. DM tidak mempunyai contact, yang ada hanyalah channel/word saja. DM dapat difungsikan untuk menyimpan data-data penting yang tidak boleh hilang waktu power padam, atau untukmanipulasi program kita. Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM dan HR. sedangkan yang lain akan kembali reset (hilang)
.
Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<



PLC Omron Addressing

 

>> Download Ebook PLC Omron Addressing <<

Addressing/pengalamat: merupakan pemberian identitas untuk komponen – komponen ladder diagram.„ Masing – masing vendor punyametode pengalamatan masing – masing. Bahkan untuk merek PLC Omron sendiri ada perbedaan dalam pengalmatan sesuai tipe masing – masing.
untuk pengalamatan PLC Omron biasanya diawali dengan alamat nomor Channel(Ch) dan diikuti alamat nomor bit serta dipisah mengunakan titik (.)

 Contoh :
 Ch 0, bit 01 ==> 0.01
 Ch 0, bit 10 ==> 0.10
 Ch 10, bit 06 ==> 10.06
 Ch 10, bit 15 ==> 10.15
 Ch 100, bit 15 ==> 100.15
Untuk menentukan adress input dan output lihat label pada casing / cover PLCnya.
CH 0, CH1 untuk input dan CH10, CH100, CH11, CH101 untuk output (disesuaikan dengan tipe PLC).
Adapun dibawah ini merupakan pengalamatan untuk beberapa tipe merek PLC Omron.
 
PLC CPM2A / CPM1A / CP1L
Input ch 0 yaitu dari 0.00 - 0.10 (sesuai type PLCnya)
Input ch 1 yaitu dari 1.00 - 1.12 (sesuai type PLCnya)
Input ch 0 yaitu dari 0.00 – 0.15 (sesuai type PLCnya)

Output ch 10 yaitu dari 10.00 - 10.15 ( sesuai type PLCnya )
Output ch 11 yaitu dari 11.00 - 11.15 ( sesuai type PLCnya )
Output ch 100 yaiitu dari 100.00 – 100.15 (sesuai type PLCnya)

Internal Relay yaitu dari 600 – 1500 (tergantung type PLC)
Untuk menentukan adress input dan output lihat label pada casing / cover PLCnya.
CH 0, CH1 untuk input dan CH10, CH100, CH11, CH101 untuk output.

Adress input dan output tiap PLC berbeda beda tergantung jumlah I/O nya.
Contoh gambar PLC CP1L diatas jumlah I/O nya 30 terdiri dari 18 input dan 12
output.
Jumlah input selalu lebih banyak dari jumlah output.

PLC CQM1H
Input modul 0 yaitu dari 00.00 – 00.15
Input modul 1 yaitu dari 01.00 – 01.15
(16 alamat per modul)

output modul 0 yaitu dari 100.00 – 100.15
output modul 1 yaitu dari 101.00 – 101.15
 (16 alamat per modul)

Internal Relay yaitu dari 600 - 1500
Modul input dan output bisa di tambah sesuai kebutuhan

PLC CJ1M/CJ2M/CJ SERIES
Untuk PLC jenis CJ1M semua input dan output harus berurutan dalam memberi alamat/address sesuai susunan rack modulnya di mulai dari yang terkecil atau
modul yang berada disamping CPU.

Modul input 0 yaitu dari 0.00 – 0.15
Modul input 1 yaitu dari 1.00 – 1.15

Modul output 0 yaitu dari 2.00 – 2.15
Modul output 1 yaitu dari 3.00 – 3.15
(16 alamat per modul)


Note: untuk penjelasan Internal Relay (IR) lihat postingan ==> Memory PLC

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

>> Download Ebook PLC Omron Addressing <<


 

Pengertian Elektromagnetik


>> Download ebook postingan ini <<

Elektromagnet merupakan sejenis magnet yang dibuat dengan cara melilitkan kawat pada suatu logam konduktor seperti besi atau baja, kemudian mengalirinya dengan arus listrik. Elektromagnet disebut juga dengan istilah magnet listrik. Elektromagnetik adalah peristiwa berubahnya besi atau baja yang berada didalam kumparan berarus listrik menjadi sebuah magnet. Elektromagnet dapat dijumpai pada benda-benda/alat-alat elektro, misalnya bel listrik, telepon, telegrap, televisi dan bahkan pada hampir semua alat yang menggunakan energi listrik sebagai pengeraknya.
 
Elektromagnet berbeda dengan magnet alam atau magnet yang dibuat secara manual. Magnet alam dan magnet buatan biasanya bersifat permanen dan semi permanen dan memiliki daya tarik menarik khas magnet untuk jangka waktu yang relatif lama. Sedangkan elektromagnet biasanya bersifat sementara atau remanen. Elektromagnet hanya mempunyai daya magnet selama di aliri arus listrik. Begitu arus listrik dimatikan, elektromagnet akan kehilangan daya magnetisnya. 

Adapun peralatan elektromagnetik  yang banyak digunakan di dunia industri  adalah, contactor, relay, timer, counter, selenoid valve, motor listrik dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai contoh dibawah ini merupakan gambaran saat relay diberi power dan memicu terjadinya gaya elektromagnetik.


Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<

Pengendalian Kontaktor Elektromagnetik

<<===(Gambar-1) Komponen kontrol relay impuls bekerja seperti sakelar toggle manual, bedanya relay impuls bekerja secara elektromagnetik (Gambar 1). Ketika sakelar S1 di-ON-kan relay impuls K1 dengan A1 dan A1 akan energized sehingga kontak posisi ON maka lampu E1 akan menyala. ketika sakelar S1 posisi OFF mekanik pada relay impuls tetap mengunci tetap ON. Saat S1 di ON yang kedua, mekanik impuls lepas dan kontak akan OFF, lampu akan mati. 



<<===(Gambar-2) Komponen timer OFF-delay bekerja secara elektromagnetik Gambar 7.18). Sakelar S2 di-ON-kan, koil timer OFFdelay K2 akan energized dan mengakibatkan sakelar akan ON dan lampu menyala. Timer disetting pada waktu tertentu misalkan lima menit. Setelah waktu lima menit dicapai dari saat timer energized, mekanik timer OFF delay akan meng-OFF-kan sakelar dan mengakibatkan lampu mati. Dalam pemakaiannya timer dikombinasikan dengan kontaktor, sehingga waktu ON dan OFF kontaktor bisa disetting sesuai dengan kebutuhan.

Xirrus WiFi Inspector


Xirrus WiFi Inspector adalah alat yang ampuh untuk mengelola dan memecahan masalah Wi-Fi pada Windows XP, Vista, atau 7 laptop. Dibangun dalam tes memungkinkan anda untuk menampilkan integritas dan kinerja koneksi Wi-Fi. Yang istimewa dari Xirrus ini adalah adanya tampilan pendeteksi SSID berupa radar, selain itu informasi SSID yang ditampilkan dari software besutan metageek ini lumayan lengkap, selain itu juga disediakan menu untuk mengetest kecepatan, kualitas dan koneksi pada jaringan kita. Xirrus ini juga dapat mengatasi masalah sinyal WiFi yang lemah.
Xirrus dilengkapi sistim pemetaan lokasi/letak SSID dengan menggunakan radar. Fasilitas lain yang disediakan adalah kita bisa memilih sistim lain yaitu sonar.



Beberapa fitur yang dapat dilakukan dengan menggunakan Wireless Tool Xirrus ini adalah :
• Mencari jaringan Wi-Fi
• Mengatasi Masalah Wi-Fi utamanya masalah konektivitas
• Memverifikasi cakupan Wi-Fi (survei lokasi)
• Mengelola koneksi Wi-Fi pada laptop
• Menemukan perangkat Wi-Fi
• Mendeteksi AP yang menganggu
• Memverifikasi pengaturan AP
• Mengarahkan langsung pada antena WiFi
• Pengetahuan tentang Wi-Fi

Dengan sistim radar dan tampilan yang ringan dan simple memudahkan user untuk mengoperasikan Wireless Tool ini. Koneksi dengan WiFi yang dapat terdeteksi dapat dilakukan melalui software ini dengan memilih SSID yang ingin kita hubungkan lalu klik connect atau menonaktifkan wireless adapter dengan klik enable di samping kanan atas.
Xirrus juga dilengkapi sinyal history yang merekam kekuatan dan tinggi rendahnya sinyal pada bagian bawah software. Jika kita ingin melakukan scanning lagi, bisa dilakukan dengan me-klik menu Refresh Now untuk mereload software agar manangkap lagi sinya Wifi. Berbeda dengan WirelessMon, daftar list WiFi yang ditangkap oleh Xirrus bisa dideteksi standart protokol IEEE nya.
Secara keseluruhan, software wireless detection seperti WirelesMon dan Xirrus ini menampilkan informasi yang feature yang sama berupa nama SSID, frekuensi yang digunakan, channel yang dipakai, kekuatan sinyal, dll. Namun masing-masing memiliki kelebihan sendiri yang menjadi nilai plus pada masing-masing software. Namun secara fasilitas, WirelessMon memiliki lebih banyak fasilitas dan menu tambahan untuk memudahkan user memanfaatkan WirelessMon secara maksimal. Namun sayang, WirelessMon merupakan software berbayar, dimana mereka yang tidak ingin membeli bisa menggunakan software ini hanya dalam kurun waktu 30 hari saja (trial software).

Cara Menghitung Nilai Resistor


Resistor merupakan komponen penting dan sering dijumpai dalam sirkuit Elektronik. Boleh dikatakan hampir setiap sirkuit Elektronik pasti ada Resistor. Tetapi banyak diantara kita yang bekerja di perusahaan perakitan Elektronik maupun yang menggunakan peralatan Elektronik tersebut tidak mengetahui cara membaca kode warna ataupun kode angka yang ada ditubuh Resistor itu sendiri.

Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.

Kita juga bisa mengetahui nilai suatu Resistor dengan cara menggunakan alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai Resistor adalah Ohm (Ω).

Cara Menghitung Nilai Resistor Berdasarkan Kode Warna
Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.

Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.

Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :

























Tabel Kode Warna Resistor

Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna

















Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang k3-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.

Contoh-contoh perhitungan lainnya :
Merah, Merah, Merah, Emas → 22 *102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 103 = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi

Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm.

Cara menghafalkan warna di Resistor, Saya memakai singkatan seperti berikut :
HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU
(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)

Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka
Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)

Resistor Chip

Contoh :
Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;

Cara pembacaannya adalah :
Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 103
Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)


Contoh-contoh perhitungan lainnya :
222 → 22 * 102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm

103 → 10 * 103 = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm

334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm

Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm

Keterangan :
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)

Pengenalan Relay

Tak semua rangkaian elektronik menggunakan apa yang namanya relai (relay inggris) ini namun sebagai seorang yang bergelut dalam dunia elektronik harusnya kita juga memahami apa itu relay, kegunaan relay, dan cara kerjanya. Saya bukanlah orang yg ahli juga dalam teknik elektronika akan tetapi setidaknya saya memahami dan menyukai teknik elektronika. Nah dari itu saya ingin membagi apa yang saya ketahui kepada sobat semua yang berkenan. Kembali ke topik.... apasih relay/relai itu? ingin tahu jawabannya teruskan membaca.

Pengertian/Definisi Relay

Apa sebenarnya relay itu? atau apasih relay itu? Relay dapat didefinisikan sebagai : suatu alat/komponen elektro mekanik yang digunakan untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar, dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Dengan memanfaatkan lilitan atau coil (koil) berintikan besi yang dialiri arus listrik, tentunya akan menghasilkan medan magnet pada ujung inti besi apa bila koil dialiri arus listrik. Medan magnet/energi magnet tersebutlah yang digunakan untuk mengerjakan saklar nantinya.

Fungsi Relay

Fungi atau kegunaan relai (relay) dalam dunia elektronika sebenarnya juga sama seperti dalam teknik listrik. Hanya saja kebanyakan relay yang digunakan dalam teknik elektronik adalah relay dengan voltase kecil seperti 6volt, 12volt, 24volt berbeda dengan teknik listrik yang memakai relai 220volt, 110volt. Namun ada juga dalam teknik elektronik yg memakai relai dg voltase tinggi. Walau ada perbedaan pemakaian voltase pada relay, sebenarnya relay memiliki fungsi/kegunaan yg sama yakni : sebagai alat pengganti saklar yang bekerja untuk mengontrol/membagi arus listrik ataupun sinyal lain ke sirkuit (circuit) rangkaian lainnya.

Contoh Gambar dan Simbol Relay



Sumber gambar : wikimedia commons
lisensi : public domain

Untuk penjelasan tentang jenis-jenis relay, tipe relay, macam-macam relai serta gambar simbol relai diatas, saya akan coba jelaskan pada lain kesempatan. Kiranya sekian dulu mengenai pengenalan Relay, coz udah udah mau pagi nih hehe... aku juga manusia seperti kalian butuh istirahat juga. jika masih ada kekurangan saya mohon maaf dan silahkan tambahkan pada kolom komentar, OK.

Fungsi z-index Pada CSS


z-index adalah property css yang mulai ada pada css2, fungsinya yaitu untuk mengatur posisi depan atau belakang suatu elemen. Value untuk property z-index berupa angka. Minimum value adalah 0. Tapi untuk browser-browser dengan versi lama bisa berupa angka negatif. Sedangkan value maximum adalah 2147483647 (32 bit), berlaku untuk browser-browser modern minimum versi: IE6, IE7, IE8, Opera 9, Safari 4, Firefox 6, Firefox 3. Untuk Safari 3 maximum value untuk z-index adalah 16777271.
Donload Tulisan Lengkapnya dibawah ini:

Desain Dasar Web Dengan HTML


Tag < >
digunakan untuk menuliskan sintak web, ada dua jenis, yaitu sintax web tag container dan sintax web tag biasa. Tag container adalah tag yang berisi text yang akan ditampilkan setelah tag ditutup. Contoh: <td> text yang ditampilkan </td>. Tag biasa, yahh…tag aja, contoh <BR> (break). <br> kaga perlu ditutup oleh tag </br>, tapi jika sintak yang digunakan tag container, contoh: <h1>, yah mesti ditutup dengan </h1>. Tag yang digunakan untuk mengakhiri sintak punya karakter / (slash) sebelum sintaknya, contohnya: <td> </td> Kita juga dapat mengetik attribut di dalam sebuah tag, contoh: <body bgcolor=”red”> </body>. atau <input type=”text”>.

LANGKAH 1
MEMBUKA NOTEPAD.

LANGKAH 2
MENGETIKKAN SINTAK/SYNTAX.

Berikut ini adalah syntax dasar yang membentuk suatu HTML.
pertama, ketikkan :
<html>
tekan enter, kemudian ketik:
<head>
Dalam container head, kita bisa mengetikan beberapa sintak, tapi yang paling penting jangan lupa mengetikan sintak <title> judul halaman web </title>. Untuk sintak lain nanti saja.

Sekarang ketikkan sintak title tadi, jadi seperti ini:
<head> <title> judul halaman web </title> </head>
Kemudian ketikkan <body>. Tag body merupakan badan/tubuh/inti dari halaman web, tampilan web yang kita lihat itu berasal dari <body>.

Body tuh tag container, jadi mesti ditutup. Hasil sampai sekarang:

<html>
<head>
<title> Judul Halaman Web </title>
</head>
<body>
</body>

Selanjutnya bagaimana cara menampilkan tulisan ke dalam HTML??? Ketikan sembarang text ke dalam tag body, contohnya seperti ini :
<body>
Contoh text yang ditampilin di halaman web, By Tedi NK
</body>

terus, jika sudah, ketikkan </html>, script lengkapnya seperti ini :
<html>
<head>
<title> Judul Halaman Web </title>
</head>
<body>
Contoh text yang ditampilkan di halaman web, By Tedi NK
</body>
</html>


kalo udah, sekarang save dengan nama dasar HTML (judul web.html)
kalo udah disave, buka data yang tadi di save.

Pada bagian ini, kalian mungkin akan bingun,g karena html yang tadi disave dan cape cape diketikkan, ternyata gagal. Malah yang terbuka adalah file di notepad/wordpad. tau kenapa???

Karena ketika men-save, file tersebut di save dalem bentuk TXT, bukan HTML. Nah cara men-save dalem bentuk HTML yaitu: ketika mensave, ada satu tempat di bawah tempat kita menulis nama file,? yakni Save As Type. Silahkan ubah dari text document(*.txt) menjadi all files, ketika menulis nama, di akhir di berikan extensi .html, contoh: dasar HTML.html

Menjalankan dan Konfigurasi CX-Programmer

Sesuai dengan judul diatas saya akan menjelaskan bagaimana cara menjalankan dan konfigurasi di software CX-Programmer. Langsung aja deh saya jelasin karena pada kesempatan ini saya gak banyak waktu bentar lagi buka puasa. he..he..
1. Karena saya pake OS Windows 7, untuk buka software CX-Programmer  saya pilih Start Menu => All Program => OMRON => CX-One  => CX-Programmer => CX- Programmer.
Udah itu  pasti muncul deh software CX-Programmernya, lihat gambar dibawah.
2. klik File dan pilih New untuk membuat program baru. Setelah itu akan muncul kotak dialog. di   Device Name mau dikasih nama apa aja boleh seperti dibawah ini.
3. Selanjutnya di Device Type, anda pilih tipe PLC yang anda gunakan. lihat gambar di bawah ini.
4. Step selanjutnya masih di Device Type, anda klik Setting maka akan muncul kotak dialog. pilh CPU Type biasanya CPU11 Kemudian klik OK dan klik OK lagi. Lihat gambar di bawah ini.
Kemudian akan muncul screen seperti di bawah ini.
Nah sekarang anda tinggal mulai membuat program ladder diagram dikolom sebelah kanan.
Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<



Fungsi Icon Menu dan Penyetingan Arduino

>> Download ebook postingan ini <<

Selamat sore semuanya.
Kenapa saya bilang selamat sore?? Emm.. karena saya buat postingan ini sore. Gak napa-napa kan?
Oke pada postingan sore hari ini saya akan memberikan beberapa panduan menjalankan software arduino mulai dari menjelaskan penyetingan, fungsi icon menu arduino, juga mencoba menjalanka program yang sudah ada diarduino.
Emm,, postingan ini saya buat untuk yang pertama kali install arduino dan belum kenal arduino. Terus bagi yang udah kenal atau udah jago kenalan sama arduino mungkin bisa di share ilmunya terus entar saya posting diblog ini ya.. he..he.. (^_^)

Langsung aja deh :
1. Cara nyeting board arduino.
a. Pilih menu Tools => Board => (pilih tipe arduino yang anda pake).
b. selanjutnya penyetingan port arduino di menu Tools => Port => (pilih nomor port untuk arduino).
c. Untuk melihat nomor port common yang dipaka arduino bias pergi ke Control Panel => Device Manager => (lihat Arduino anda pake port com berapa, COM1, COM2, COM3, dst).
Note : untuk penyetingan Port harus instal terlebih dahulu Drivers Arduino-nya

Penjelasan : kenapa harus menyeting board dan port arduino?? Karena ehh karena (lagunya bang Roma) tipe board arduino itu banyak jenisnya seperti  Arduino Uno, Arduino Duemilanove, Arduino Leonardo, Arduino Mini dan masiiiiih banyak lagi yang lainya. Terus kalo misalnya anda sembarangan menyeting tipe board arduino itu sama aja anda pengen ngobrol sama si B, tapi anda menghadapnya ke si C dan anda juga membelakangi si B, terus pasti si B mana mau dengerin anda. Alias gak bakalan nyambung, dan itu sama juga halnya dengana arduino. 

2. Fungsi icon menu arduino.
Kenapa harus tau? Yaaa harus tau aja. Ini nie saya jelasin gambar icon menu yang sudah modifikasi pada barisan dua dan tiga kecuali icon menu yang barisan paling atas itu icon yang asli dari sananya. Saya Jelasin nama menu icon juga pungsinya dari sebelah kiri ke kanan :
a. Icon Menu Verify yang bergambar ceklis, ini berfungsi untuk mengecek program yang ditulis apakah ada yang salah atau error. Apabila ada yang salah pasti dikasih tau sama software arduinonya dibagian paling bawah program yang ditulis.
b. Icon Menu Upload yang bergambar panah ke arah kanan , ini berfungsi untuk memuat/transfer program yang dibuat di software arduino ke hadware arduino.
c. Icon Menu New yang bergambar sehelai kertas, ini berfungsi untuk mebuat halaman baru dalam pemerograman.
d. Icon Menu Open yang bergambar panah ke arah atas, ini berfungsi untuk membuka program yang disimpan atau membuka program yang sudah dibuat dari pabrikan software arduino.
e. Save yang bergambar panah kea rah bawah, ini berfungsi untuk menyimpan program yang telah dibuat atau dimodifikasi oleh kita.
f. Icon Menu Serial Monitor yang bergambar kaca pembesar (loop), ini berfungsi mengirim atau menampikan serial komunikasi data saat dikirim dari hardware arduino.

Hanya segitu postingan hari ini dari saya, kurang lebinya perbaiki aja sendiri he.. he..

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<

Simbol Dasar Ladder diagram PLC

1. LOAD / LD merupakan instruksi bagian paling kiri yang langsung tersambung ke pegangan tangga sebelah kiri dan dalam keadaan terbuaka atau Normaly Open (NO).






2. LOAD NOT / LD NOT merupakan instruksi bagian paling kiri yang langsung tersambung ke pegangan tangga sebelah kiri dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NC).






3. AND merupakan instruksi  yang  tersambung setelah load/load not secara seri  dan menghubungkan satu atau lebih input selanjuatnya dan dalam keadaan  terbuka atau Normaly Open (NO).






4. AND NOT merupakan instruksi yang terhubung setelah load/load not secara seri dan menghubungkan satu atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NC).






5. OR merupaka instruksi yang terhubung setelah load/ load not secara paralel dan menghubungkan satau atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan terbuka atau Normaly Open (NO).








6. OR NOT merupakan instruksi yang setelah load/load not secara paralel dan menghubungkan satu atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NO).








7. OUTPUT  / OUT merupakan instruksi keluaran keadaan NO yang terhubung ke pegangan tangga kanan yang berfungsi untuk menjalankan aktuator.






8. OUTPUT NOT  / OUT NOT merupakan instruksi keluaran keadaan NC yang terhubung ke pegangan tangga kanan yang berfungsi untuk menjalankan aktuator.




 
9. END merupakan instruksi pengakhiran dalam program dan biasanya instruksi ini terpasang secara otomatis. 






Oke sob untuk hari ini munkin hanya itu saja postingannya. Untuk postingan berikutnya mungkin saya akan bahas instruksi lainnya seperti timer, counter dan lain - lain.

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.


Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^)
 

>> Download ebook postingan ini <<





Cara Instal Driver Arduino


Kali ini saya membuat postingan tentang bagaimana cara mengatasi masal board arduino yang tidak terbaca  di port  komputer, langsung aja bahas ya . . .
Saat pertama kali anda mengubungkan board arduino ke port komputer dengan kabel data, kita hurus menginstall dulu driver arduino secara manual. Kenapa harus manual?  Karena pada saat komputer anda mencoba menginstall otomatis pasti gagal. Kenapa gagal? Karena komputer anda terlalu pusing mencari letak driver arduino.
O..iya misalnya kalo anda pernah nginstall board Jenis Arduino Uno terus anda ganti arduino baru dengan jenis Arduino Leonardo atau yang lainnya, maka anda harus menginstal Driver-nya kembali. Kalo tidak anda pasti nemuin pesan gagal kaya di bawah ini:
Nah kalo nemuin pesan gagal kaya diatas terus gimana dong cara install manualnya? Oke gak usah pusing saya mau jelasin kok caranya. Yupz let's the begin . . . !!! :D

1. Kamu hubungin dulu arduino ke port komputer kamu pake kabel data (jngn pke yg laen,, hehe)
2. Klik tombol Start Menu => Control Panel => Device Manager
3. Udah gitu, kan pasti muncul tapilan kaya gini :
Nah di Other device muncul tuh tulisan Arduino Uno dengan tanda seru kuning.
(disini saya pake Arduino Uno karena belon punya yang laen.. hehe)

4. Terus klik kanan icon Arduino Uno dan pilih Update Driver Software. bisa diliat gambar dibawah.
 

5. Kalau udah diklik pasti muncul kotak dialog kaya dibawah ini.

Terus pilih Browse my computer fo driver software ya, terus klik Browse.

6. Udah gitu kamu cari deh folder Driver di Software Arduino yang udah kamu extrak, trus klik OK.
Kalo udah diklik OK, tinggal di Next aja dan tunggu penginstallan  sampe muncul pesan sukses.
Nah sekarang Arduino anda udah bisa dicoba.

Bagi yang gak sempet baca postingan ini bisa didownload ebooknya yang sudah saya buat dalam format PDF dan dibentuk ZIP. bagi yang mau download klik link dibawah ini :

   
Semoga bermanfaat. . . ! ! !

Pengertian PLC

>> Download ebook postingan ini <<


Secara mendasar Programmable Logic Controller (PLC) adalah suatu peralatan kontrol yang dapat diprogram untuk mengontrol proses atau operasi mesin. Kontrol program dari PLC adalah menganalisa sinyal input kemudian mengatur keadaan output sesuai dengan keinginan pemakai. Keadaan input PLC digunakan dan disimpan didalam memory dimana PLC melakukan instruksi logika yang di program pada keadaan inputnya. Peralatan input dapat berupa sensor photo elektrik, push button pada panel kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan suatu sinyal yang dapat masuk ke dalam PLC.
Peralatan output dapat berupa switch yang menyalakan lampu indikator, relay yang menggerakkan motor atau peralatan lain yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.Selain itu PLC juga menggunakan memory yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi – instruksi yang melaksanakan fungsi – fungsi khusus seperti logika pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat mengendalikan suatu mesin atau proses melalui modul – modul I/O baik analog maupun digital.


Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^) 

>> Download ebook postingan ini <<

Batas Area Gambar & Etiket

Batas Area Penggambaran :
Pada gambar sketsa yang mengacu kepada standarisasi gambar teknik, ketika kita akan melakukan penggambaran pada sebuah kertas, kita harus mempunyai batas wilayah kerja gambar, yang dibatasi dengan garis tepi. Batas garis tepi yang dibuat adalah sisi kiri, kanan, atas dan bawah. Ukuran batas garis tepi sisi kiri biasanya lebih lebar, ini dimaksudkan agar ketika gambar kerja tersebut berjumlah banyak, maka diperlukan suatu penjepitan gambar, sehingga ketika gambar tersebut dibundel atau dijilid, gambar yang dibuat tidak tertutup oleh jilidan tepi kertasnya.
Berikut batas margin dari wilayah penggambaran :
Batas Margin kertas gambar
Pada penggunaan posisi kertas gambar, dikenal dengan 2 posisi kertas yaitu landscape dan portrait. Sedangkan batas dari tepi gambar berubah, yang terpenting batas kiri kertas lebih lebar dibandingkan batas atas, kanan dan bawah kertas. Untuk ukuran kertas A4, posisi yang diperbolehkan hanyalah posisi tegak/portrait, sedang untuk ukuran A3, A2, A1 dan A0, diperbolehkan menggunakan kedua posisi kertas.
Berikut tabel data batas margin yang sesuai dengan standar ISO
                                                            Batas Margin kertas gambar type A
Kepala gambar/Etiket
Kepala gambar atau etiket adalah suatu identitas yang dapat menjelaskan berbagai keterangan pendukung sebagai pelengkap gambar. Didalam etiket biasanya tercantum : nama penggambar, nama pemeriksa gambar, nama instansi yang mengeluarkan/menerbitkan rancangan gambar tersebut, nomor gambar kerja, tahun pembuatan gambar, skala dari gambar kerja, ukuran dari kertas gambar, satuan ukuran yang digunakan, lambang proyeksi yang digunakan, Judul gambar, kebutuhan material beserta jumlah, jenis dan ukurannya dan berbagai data yang diperlukan sebagai pelengkap. Berikut contoh jenis etiket yang sering kita jumpai :





Prinsip Kerja PLC

>> Download ebook postingan ini <<

PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk memonitor keadaan dari peralatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan kebutuhan perencana ( programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input diberikan kedalam input card.

Ada 2 jenis input card, yaitu :
1. Analog input card
2. Digital input card

Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung jenis PLC-nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh pemakai berdasarkan analisa keadan input.

Ada 2 jenis output card, yaitu :
1. analog output card
2. digital output card

Setiap ouput card mempunyai alamat tertentu dan diproses olehmikroprosesor menurut alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC-nya. Pada PLC juga dipersiapkan internal input dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan program. Dimana internal input dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam PLC juga dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai , off delai, on timer, off timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer tersebut, PLC memanggil berdasarkan alamatnya. Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak yang merupakan bagian peting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam penulisan program.

 STRUKTUR DASAR PLC
1. Central Prosesing Unit ( CPU )
2. Memory
3. Input / Output
4. Power Supply

1. Central Prosesing Unit ( CPU )
CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan didalam memory. Selain itu CPU juga memproses dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak dan menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang dibutuhkan untuk komunikasi data dengan pemrogram.

2. Memory
Memory yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan memberikan lokasi – lokasi dimana hasil – hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya. PLC menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM ( Random Acces Memory ), ROM( Read Only Memory ), dan PROM ( Programmable Read Only Memory) RAM mempunyai waktu akses yang cepat dan program – program yang terdapat didalamnya dapat deprogram ulang sesuai dengan keinginan pemakainya. RAM disebut juga sebagai volatile memory, maksudnya program program yang terdapat mudah hilang jika supply listrik padam. Dengan demikian untuk mengatasiu supply listrik yang padam tersebut maka diberi supply cadangan daya listrik berupa baterai yang disimpan pada RAM. Seringkalo CMOS RAM dipilih untuk pemakaian power yang rendah. Baterai ini mempunyai jangka waktu kira – kira lima tahun sebelum harus diganti.

3. Input / Output
Sebagaimana PLC yang direncanakan untuk mngontrol sebuah proses atau operasi mesin, maka peran modul input / output sangatlah penting karena modul ini merupakan suatu perantara antara perangkat kontrol dengan CPU. Suatu peralatan yang dihubungkan ke PLC dimana megirimkan suatu sinyal ke PLC dinamakan peralatan input. Sinyal masuk kedalam PLC melalui terminal atau melalui kaki – kaki penghubung pada unit. Tempat dimana sinyal memasuki PLC dinamakan input poin, Input poin ini memberikan suatu lokasi didalam memory dimana mewakili keadaannya, lokasi memori ini dinamakan input bit. Ada juga output bit di dalam memori dimana diberikan oleh output poin pada unit, sinyal output dikirim ke peralatan output. Setiap input / output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input dan output didalam program. Indikasi urutan status dari input output ditandai Light Emiting Diode ( LED )pada PLC atau modul input / output, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengecekan proses pengoperasian input / output dari PLC

4. Power Supply
PLC tidak akan beroperasi bila tidak ada supply daya listrik. Power supply merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan kata lain sebuah suplai daya listrik mengkonversikan suplai daya PLN ( 220 V ) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input / output

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^) 

>> Download ebook postingan ini << 

 
/*page number */