Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 1 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 2 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 3 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 4 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.

Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 5 ) Rp. 100 rb/bln

Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.

Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.

Tampilkan postingan dengan label Belajar PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar PLC. Tampilkan semua postingan

PLC Memory

 

>> Download ebook postingan ini <<

Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan PLC Memori Area, oke langsung aja saya jelaskan. Memory Programmable Logic Controller (PLC) ini terdiri dari :

A. IR (Internal Relay)
Internal relay mempunyai pembagian fungsi seperti IR input, IR output, dan juga IR work area (untuk pengolahan data pada program). IR input dan IR output adalah IR yang berhubungn dengan terminal input dan output pada PLC. Sedangkan lR work area tidak dihubungkan ke terminal PLC, akan tetapi berada dalam internal memory PLC dan fungsinya untuk pengolahan logika program kita (manipulasi program). Ada juga IR yang difungsikan untuk SYSMAC BUS Area, Special I/O Unit Area, Optical I/O Unit Area, dan Group 2 High Density I/O Unit Area.

  • SYSMAC BUS Area berfungsi untuk omunikasi data PLC antara CPU PLC dan //O Unit PLC hanya dengan menggunakan 2 kabel saja (RS 485), maksimum 200m.
  • Special I/O Unit Area merupakan IR yang digunakan oleh Special I/O Unit PLC (contoh: Analog input, Analog output dll) untuk mengatur, menyimpan dan mengolah datanya.
  • Optical I/O Unit Area adalah IR yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data dari Optical I/0 Unit PLC.
  • Group 2 High Density I/O Unit Area adalah IR untuk menyimpan dan mengolah data dari High density I/O unit group 2.
B. SR (Special Relay)
Special Relay adalah relay yang mempunyai fungsi-fungsi khusus seperti untuk flags. (misalnya pada instruksi penjumlahan terdapat keleblhan digit pada hasilnya [carry flag]), kontrol bit PLC, informasi kondisi PLC, dan system clock (pulsa I detik, 0,2 detik, dll.)

C. AR (Auxilary Relay)
Terdiri dari flags dan bit untuk tujuan-tujuan khusus. Dapatmenunjukkan kondisi PLC yang disebabkan oleh kegagalan sumber tegangan, kondisi Special I/O, kondisi input/output unit, kondisi CPU PLC, kondisi memori PLC, dll.

D. HR (Holding Relay)
Dapat difungsikan untuk menyimpan data (bit-bit panting) karena tidak akan hilang walaupun sumber tegangan PLC mati.

E. LR (Link Relay)
Digunakan untuk data link pada PLC Link System. Artinya untuk tukar menukar informasi antar dua PLC atau lebih dalam suatu sistem kontrol yang sating berhubungan satu dengan yang lain dan menggunakan banyak PLC (minimum 2 PLC). 

F. TR (Temporary Relay)
Berfungsi untuk menyimpan sementara kondisi logika pada program pada ladder diagram yang mempunyai titik percabangan khusus.

G. TC (Timer / Counter)
Untuk mendefinisikan suatu sistem waktu tunda /time delay [TIMER] ataupun untuk penghitung [COUNTER]. Untuk Timer mempunyai orde 100 ms, ada yang mempunyai orde 10 ms yaitu TIMH (15). Untuk TIM 000 s/d TIM 015 dapat dioperasikan secara interupt untuk mendapatkan waktu yang lebih presisi.

H. DM (Data Memory)
Data memory berfungsi untuk penyimpanan data-data pogrim karena isi DM tidak akan hilang (reset) walaupun sumber tegangan PLC mati.

Macam-macam DM adalah sebagai berikut : 
 DM Read/Write :
Pada DM ini bisa dihapus dan ditulis oleh program yang kita buat. Jadi sangat berguna unutk manipulasi data program.
 DM Special I/O unit :
DM ini berfungsi untuk menyimpan dan mengolah hasil dari Special I/O Unit, mengatur dan mendefinisikan sistem kerja Special I/O Unit.
 DM History Log :
Pada DM disimpan informasi-informasi penting pada saat PLC terjadi kegagalan sistem operasionainya. Pesan-pesan kesalahan sistem PLC yang disimpan adalah berupa kode-kode angka tertentu.
 DM Link Test Area :
Berfungsi untuk menyimpan informasi-informasi yang menunjukkan status dari Sistem Link PLC.
 DM Setup :
Berfungsi untuk Setup kondisi default (kondisi kerja saat PLC aktif). Pada DM inilah kemampuan kerja suatu PLC didefinisikan untuk per Lama kalinya sebelum PLC tersebut diprogram dan dioperasikan pada suatu sistem kontrol. Tentu saja setup PLC tersebut disesuaikan
dengan sistem kontrol yang bersangkutan.

I. UM (Upper Memory
Memori ini berfungsi untuk menyimpan dan menjalankan program kita (user program). Kapasitasnya tergantung pada masing-masing tipe PLC yang dipakai. Semua memori (selain DM dan UM) di atas dapat anda bayangkan seperti relay yang mempunyai coil, contact NO dan contact NC. Timer/Counter juga dapat dibayangkan seperti Timer/Counter pada umumnya. Timer/Counter pada PLC juga mempunyai NO dan NC. DM tidak mempunyai contact, yang ada hanyalah channel/word saja. DM dapat difungsikan untuk menyimpan data-data penting yang tidak boleh hilang waktu power padam, atau untukmanipulasi program kita. Memori yang sifatnya dapat menyimpan data program jika listrik mati adalah DM dan HR. sedangkan yang lain akan kembali reset (hilang)
.
Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<



PLC Omron Addressing

 

>> Download Ebook PLC Omron Addressing <<

Addressing/pengalamat: merupakan pemberian identitas untuk komponen – komponen ladder diagram.„ Masing – masing vendor punyametode pengalamatan masing – masing. Bahkan untuk merek PLC Omron sendiri ada perbedaan dalam pengalmatan sesuai tipe masing – masing.
untuk pengalamatan PLC Omron biasanya diawali dengan alamat nomor Channel(Ch) dan diikuti alamat nomor bit serta dipisah mengunakan titik (.)

 Contoh :
 Ch 0, bit 01 ==> 0.01
 Ch 0, bit 10 ==> 0.10
 Ch 10, bit 06 ==> 10.06
 Ch 10, bit 15 ==> 10.15
 Ch 100, bit 15 ==> 100.15
Untuk menentukan adress input dan output lihat label pada casing / cover PLCnya.
CH 0, CH1 untuk input dan CH10, CH100, CH11, CH101 untuk output (disesuaikan dengan tipe PLC).
Adapun dibawah ini merupakan pengalamatan untuk beberapa tipe merek PLC Omron.
 
PLC CPM2A / CPM1A / CP1L
Input ch 0 yaitu dari 0.00 - 0.10 (sesuai type PLCnya)
Input ch 1 yaitu dari 1.00 - 1.12 (sesuai type PLCnya)
Input ch 0 yaitu dari 0.00 – 0.15 (sesuai type PLCnya)

Output ch 10 yaitu dari 10.00 - 10.15 ( sesuai type PLCnya )
Output ch 11 yaitu dari 11.00 - 11.15 ( sesuai type PLCnya )
Output ch 100 yaiitu dari 100.00 – 100.15 (sesuai type PLCnya)

Internal Relay yaitu dari 600 – 1500 (tergantung type PLC)
Untuk menentukan adress input dan output lihat label pada casing / cover PLCnya.
CH 0, CH1 untuk input dan CH10, CH100, CH11, CH101 untuk output.

Adress input dan output tiap PLC berbeda beda tergantung jumlah I/O nya.
Contoh gambar PLC CP1L diatas jumlah I/O nya 30 terdiri dari 18 input dan 12
output.
Jumlah input selalu lebih banyak dari jumlah output.

PLC CQM1H
Input modul 0 yaitu dari 00.00 – 00.15
Input modul 1 yaitu dari 01.00 – 01.15
(16 alamat per modul)

output modul 0 yaitu dari 100.00 – 100.15
output modul 1 yaitu dari 101.00 – 101.15
 (16 alamat per modul)

Internal Relay yaitu dari 600 - 1500
Modul input dan output bisa di tambah sesuai kebutuhan

PLC CJ1M/CJ2M/CJ SERIES
Untuk PLC jenis CJ1M semua input dan output harus berurutan dalam memberi alamat/address sesuai susunan rack modulnya di mulai dari yang terkecil atau
modul yang berada disamping CPU.

Modul input 0 yaitu dari 0.00 – 0.15
Modul input 1 yaitu dari 1.00 – 1.15

Modul output 0 yaitu dari 2.00 – 2.15
Modul output 1 yaitu dari 3.00 – 3.15
(16 alamat per modul)


Note: untuk penjelasan Internal Relay (IR) lihat postingan ==> Memory PLC

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

>> Download Ebook PLC Omron Addressing <<


 

Menjalankan dan Konfigurasi CX-Programmer

Sesuai dengan judul diatas saya akan menjelaskan bagaimana cara menjalankan dan konfigurasi di software CX-Programmer. Langsung aja deh saya jelasin karena pada kesempatan ini saya gak banyak waktu bentar lagi buka puasa. he..he..
1. Karena saya pake OS Windows 7, untuk buka software CX-Programmer  saya pilih Start Menu => All Program => OMRON => CX-One  => CX-Programmer => CX- Programmer.
Udah itu  pasti muncul deh software CX-Programmernya, lihat gambar dibawah.
2. klik File dan pilih New untuk membuat program baru. Setelah itu akan muncul kotak dialog. di   Device Name mau dikasih nama apa aja boleh seperti dibawah ini.
3. Selanjutnya di Device Type, anda pilih tipe PLC yang anda gunakan. lihat gambar di bawah ini.
4. Step selanjutnya masih di Device Type, anda klik Setting maka akan muncul kotak dialog. pilh CPU Type biasanya CPU11 Kemudian klik OK dan klik OK lagi. Lihat gambar di bawah ini.
Kemudian akan muncul screen seperti di bawah ini.
Nah sekarang anda tinggal mulai membuat program ladder diagram dikolom sebelah kanan.
Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Semoga bermanfaat . . . !!!  

>> Download ebook postingan ini <<



Simbol Dasar Ladder diagram PLC

1. LOAD / LD merupakan instruksi bagian paling kiri yang langsung tersambung ke pegangan tangga sebelah kiri dan dalam keadaan terbuaka atau Normaly Open (NO).






2. LOAD NOT / LD NOT merupakan instruksi bagian paling kiri yang langsung tersambung ke pegangan tangga sebelah kiri dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NC).






3. AND merupakan instruksi  yang  tersambung setelah load/load not secara seri  dan menghubungkan satu atau lebih input selanjuatnya dan dalam keadaan  terbuka atau Normaly Open (NO).






4. AND NOT merupakan instruksi yang terhubung setelah load/load not secara seri dan menghubungkan satu atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NC).






5. OR merupaka instruksi yang terhubung setelah load/ load not secara paralel dan menghubungkan satau atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan terbuka atau Normaly Open (NO).








6. OR NOT merupakan instruksi yang setelah load/load not secara paralel dan menghubungkan satu atau lebih input selanjutnya dan dalam keadaan tertutup atau Normaly Close (NO).








7. OUTPUT  / OUT merupakan instruksi keluaran keadaan NO yang terhubung ke pegangan tangga kanan yang berfungsi untuk menjalankan aktuator.






8. OUTPUT NOT  / OUT NOT merupakan instruksi keluaran keadaan NC yang terhubung ke pegangan tangga kanan yang berfungsi untuk menjalankan aktuator.




 
9. END merupakan instruksi pengakhiran dalam program dan biasanya instruksi ini terpasang secara otomatis. 






Oke sob untuk hari ini munkin hanya itu saja postingannya. Untuk postingan berikutnya mungkin saya akan bahas instruksi lainnya seperti timer, counter dan lain - lain.

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.


Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^)
 

>> Download ebook postingan ini <<





Pengertian PLC

>> Download ebook postingan ini <<


Secara mendasar Programmable Logic Controller (PLC) adalah suatu peralatan kontrol yang dapat diprogram untuk mengontrol proses atau operasi mesin. Kontrol program dari PLC adalah menganalisa sinyal input kemudian mengatur keadaan output sesuai dengan keinginan pemakai. Keadaan input PLC digunakan dan disimpan didalam memory dimana PLC melakukan instruksi logika yang di program pada keadaan inputnya. Peralatan input dapat berupa sensor photo elektrik, push button pada panel kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan suatu sinyal yang dapat masuk ke dalam PLC.
Peralatan output dapat berupa switch yang menyalakan lampu indikator, relay yang menggerakkan motor atau peralatan lain yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.Selain itu PLC juga menggunakan memory yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi – instruksi yang melaksanakan fungsi – fungsi khusus seperti logika pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat mengendalikan suatu mesin atau proses melalui modul – modul I/O baik analog maupun digital.


Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^) 

>> Download ebook postingan ini <<

Prinsip Kerja PLC

>> Download ebook postingan ini <<

PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk memonitor keadaan dari peralatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan kebutuhan perencana ( programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input diberikan kedalam input card.

Ada 2 jenis input card, yaitu :
1. Analog input card
2. Digital input card

Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung jenis PLC-nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh pemakai berdasarkan analisa keadan input.

Ada 2 jenis output card, yaitu :
1. analog output card
2. digital output card

Setiap ouput card mempunyai alamat tertentu dan diproses olehmikroprosesor menurut alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC-nya. Pada PLC juga dipersiapkan internal input dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan program. Dimana internal input dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam PLC juga dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai , off delai, on timer, off timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer tersebut, PLC memanggil berdasarkan alamatnya. Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak yang merupakan bagian peting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam penulisan program.

 STRUKTUR DASAR PLC
1. Central Prosesing Unit ( CPU )
2. Memory
3. Input / Output
4. Power Supply

1. Central Prosesing Unit ( CPU )
CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan didalam memory. Selain itu CPU juga memproses dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak dan menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang dibutuhkan untuk komunikasi data dengan pemrogram.

2. Memory
Memory yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan memberikan lokasi – lokasi dimana hasil – hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya. PLC menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM ( Random Acces Memory ), ROM( Read Only Memory ), dan PROM ( Programmable Read Only Memory) RAM mempunyai waktu akses yang cepat dan program – program yang terdapat didalamnya dapat deprogram ulang sesuai dengan keinginan pemakainya. RAM disebut juga sebagai volatile memory, maksudnya program program yang terdapat mudah hilang jika supply listrik padam. Dengan demikian untuk mengatasiu supply listrik yang padam tersebut maka diberi supply cadangan daya listrik berupa baterai yang disimpan pada RAM. Seringkalo CMOS RAM dipilih untuk pemakaian power yang rendah. Baterai ini mempunyai jangka waktu kira – kira lima tahun sebelum harus diganti.

3. Input / Output
Sebagaimana PLC yang direncanakan untuk mngontrol sebuah proses atau operasi mesin, maka peran modul input / output sangatlah penting karena modul ini merupakan suatu perantara antara perangkat kontrol dengan CPU. Suatu peralatan yang dihubungkan ke PLC dimana megirimkan suatu sinyal ke PLC dinamakan peralatan input. Sinyal masuk kedalam PLC melalui terminal atau melalui kaki – kaki penghubung pada unit. Tempat dimana sinyal memasuki PLC dinamakan input poin, Input poin ini memberikan suatu lokasi didalam memory dimana mewakili keadaannya, lokasi memori ini dinamakan input bit. Ada juga output bit di dalam memori dimana diberikan oleh output poin pada unit, sinyal output dikirim ke peralatan output. Setiap input / output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input dan output didalam program. Indikasi urutan status dari input output ditandai Light Emiting Diode ( LED )pada PLC atau modul input / output, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengecekan proses pengoperasian input / output dari PLC

4. Power Supply
PLC tidak akan beroperasi bila tidak ada supply daya listrik. Power supply merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan kata lain sebuah suplai daya listrik mengkonversikan suplai daya PLN ( 220 V ) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input / output

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.

Jadi kunjungi terus blog saya . . . ! ! ! (^_^) 

>> Download ebook postingan ini << 

 
/*page number */