Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 1 ) Rp. 100 rb/bln
Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.
Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi
Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 2 ) Rp. 100 rb/bln
Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.
Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi
Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 3 ) Rp. 100 rb/bln
Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.
Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi
Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 4 ) Rp. 100 rb/bln
Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.
Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.
Pasang Iklan Disini . . . ! ! ( S l i d e 5 ) Rp. 100 rb/bln
Jika anda berminat memasang iklan apapun di halaman ini, Seperti Iklan Produk, Tempat Wisata, Tempat Kuliner, Promosi Perusahaa/ Instansi, Pengumuman dll.
Silahkan Hubungi 0821 1111 5632 AN/Tedi.
Download Resistor Color Coder V2.1
Pengertian Elektromagnetik
>> Download ebook postingan ini <<
Elektromagnet berbeda dengan magnet alam atau magnet yang dibuat secara manual. Magnet alam dan magnet buatan biasanya bersifat permanen dan semi permanen dan memiliki daya tarik menarik khas magnet untuk jangka waktu yang relatif lama. Sedangkan elektromagnet biasanya bersifat sementara atau remanen. Elektromagnet hanya mempunyai daya magnet selama di aliri arus listrik. Begitu arus listrik dimatikan, elektromagnet akan kehilangan daya magnetisnya.
Sebagai contoh dibawah ini merupakan gambaran saat relay diberi power dan memicu terjadinya gaya elektromagnetik.

Baagi anda yang gak sempet baca postingan saya, anda bisa download langsung postingan ini dalam bentuk ebook di link yang sudah saya sediakan.
Semoga bermanfaat . . . !!!
>> Download ebook postingan ini <<
Cara Menghitung Nilai Resistor
Berdasarkan bentuknya dan proses pemasangannya pada PCB, Resistor terdiri 2 bentuk yaitu bentuk Komponen Axial/Radial dan Komponen Chip. Untuk bentuk Komponen Axial/Radial, nilai resistor diwakili oleh kode warna sehingga kita harus mengetahui cara membaca dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam warna tersebut sedangkan untuk komponen chip, nilainya diwakili oleh Kode tertentu sehingga lebih mudah dalam membacanya.
Kita juga bisa mengetahui nilai suatu Resistor dengan cara menggunakan alat pengukur Ohm Meter atau MultiMeter. Satuan nilai Resistor adalah Ohm (Ω).
Cara Menghitung Nilai Resistor Berdasarkan Kode Warna
Seperti yang dikatakan sebelumnya, nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah diwakili oleh Warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk Gelang. Umumnya terdapat 4 Gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 Gelang.
Gelang warna Emas dan Perak biasanya terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir. Gelang Terakhirnya ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang bersangkutan.
Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang terdapat di Tubuh Resistor :
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
Perhitungan untuk Resistor dengan 5 Gelang warna
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang k3-3
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.
Contoh-contoh perhitungan lainnya :
Merah, Merah, Merah, Emas → 22 *102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 103 = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi
Cara menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm.
Cara menghafalkan warna di Resistor, Saya memakai singkatan seperti berikut :
HI CO ME O KU JAU BI UNG A PU
(HItam, COklat, MErah, Orange, KUning. HiJAU, BIru, UNGu, Abu-abu, PUtih)
Cara menghitung nilai Resistor berdasarkan Kode Angka
Membaca nilai Resistor yang berbentuk komponen Chip lebih mudah dari Komponen Axial, karena tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan oleh Resistor yang berbentuk Komponen Chip menggunakan Kode Angka langsung jadi sangat mudah dibaca atau disebut dengan Body Code Resistor (Kode Tubuh Resistor)
Resistor Chip

Contoh :
Kode Angka yang tertulis di badan Komponen Chip Resistor adalah 4 7 3;
Cara pembacaannya adalah :
Masukkan Angka ke-1 langsung = 4
Masukkan Angka ke-2 langsung = 7
Masukkan Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 103
Maka nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)
Contoh-contoh perhitungan lainnya :
222 → 22 * 102 = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm
103 → 10 * 103 = 10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm
334 → 33 * 104 = 330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm
Ada juga yang memakai kode angka seperti dibawah ini :
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm
Keterangan :
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
1.000.000 Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
1.000 kilo Ohm = 1 Mega Ohm (1 MΩ)
Pengenalan Relay
Pengertian/Definisi Relay
Apa sebenarnya relay itu? atau apasih relay itu? Relay dapat didefinisikan sebagai : suatu alat/komponen elektro mekanik yang digunakan untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar, dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Dengan memanfaatkan lilitan atau coil (koil) berintikan besi yang dialiri arus listrik, tentunya akan menghasilkan medan magnet pada ujung inti besi apa bila koil dialiri arus listrik. Medan magnet/energi magnet tersebutlah yang digunakan untuk mengerjakan saklar nantinya.
Fungsi Relay
Fungi atau kegunaan relai (relay) dalam dunia elektronika sebenarnya juga sama seperti dalam teknik listrik. Hanya saja kebanyakan relay yang digunakan dalam teknik elektronik adalah relay dengan voltase kecil seperti 6volt, 12volt, 24volt berbeda dengan teknik listrik yang memakai relai 220volt, 110volt. Namun ada juga dalam teknik elektronik yg memakai relai dg voltase tinggi. Walau ada perbedaan pemakaian voltase pada relay, sebenarnya relay memiliki fungsi/kegunaan yg sama yakni : sebagai alat pengganti saklar yang bekerja untuk mengontrol/membagi arus listrik ataupun sinyal lain ke sirkuit (circuit) rangkaian lainnya.
Contoh Gambar dan Simbol Relay
Sumber gambar : wikimedia commons
lisensi : public domain
Untuk penjelasan tentang jenis-jenis relay, tipe relay, macam-macam relai serta gambar simbol relai diatas, saya akan coba jelaskan pada lain kesempatan. Kiranya sekian dulu mengenai pengenalan Relay, coz udah udah mau pagi nih hehe... aku juga manusia seperti kalian butuh istirahat juga. jika masih ada kekurangan saya mohon maaf dan silahkan tambahkan pada kolom komentar, OK.













